Tak Berkategori

Karang

Mendung,

tapi tak sampai mengundang hujan.

Sendu,

yang tetap tak mampu menggugah tangis.

Doa, yang meski keras,

lepas di pendengaran.

 

Iklan
Standar
sajak

Ingatan

“Aku suka menikmati senja, yang lamat-lamat hilang di pinggiran Sungai Bengawan Solo, Sembari menikmati segelas es, atau susu,” katamu, pada suatu waktu, lalu.

Iya, kau memang tak menyukai kopi atau pun rokok.

Yang katanya, simbol maskulin lelaki,

Lagi-lagi katanya.

Januari,

Menggiringku pada hari, bulan dan tahun yang dengan keras kepala ingin kuabai.

Dan kudapati ingatan lebih keras kepala dari diriku.

Tapi seperti katamu, waktu akan mengobati.

Kukira hari ini, waktu benar-benar telah menggerus inci-demi inci ingatan.

Dan yang tersisa hanya kesimpulan,

Bahwa pernah ada kata ‘kita’.

*Sekadar mengingat, apa yang patut jadi ingatan.

Standar